Senin, 17 Oktober 2011

Mengapa guru perlu mengetahui dan menggunakan media dalam pembelajaran? Curzon (1985) menyatakan sebagai berikut:
The object of using audio visual material in the classroom in the communication of information incidental to the total teaching process. Selected and used skillfully the aid in the right time, the right place, and the right manner – audio visual aids (AVA) can multiply and widen the channels of communication between teacher and class.
Pernyataan Curzon cukup jelas kiranya dapat mencirikan pentingnya penggunaan media dalam bentuk AVA untuk pengajaran secara umum, bahwa penggunaan AVA dapat memperluas saluran komunikasi antara guru dan siswa. Maksudnya apabila Anda mengajar dengan tidak menggunakan AVA seperti ketika menjelaskan materi pelajaran atau ketika memberi latihan, berarti Anda hanya menggunakan mulut untuk berkomunikasi atau disebut juga komunikasi verbal. Apabila Anda menggunakan media seperti tape, gambar, dll. dalam mengajar, maka Anda menggunakan lebih dari satu saluran komunikasi. Anda tidak hanya memberikan stimulus secara verbal saja, tetapi Anda juga menggunakan stimulus melalui saluran aural dan visual. Semakin banyak kita menggunakan saluran komunikasi ketika mengajar, semakin banyak informasi yang dapat diserap siswa, serta tentunya semakin efektif pengajaran kita.
Selanjutnya, Curzon menyampaikan maksud utama dari penggunaan media sebagai berikut :
A class acquires knowledge and skills as the results of assimilation of responses elicited by those stimuli which create sensory impressions. The concept of teaching which is based on the teacher relying solely on his voice and personality steems from the belief that communication is best achieved through the medium of sound. The use of AVA (media) in a lesson is based on the consideration of communication as related to all the senses of the talk of the teacher in providing the appropriate stimuli for desired responses can be facilitated by him to engage the students’ senses of hearing, seeing, touching, etc.
Dari penuturan Curzon, kita dapat menyimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa merupakan asimilasi atau gabungan dari respon-respon yang dirangsang oleh stimulus-stimulus yang menciptakan suatu kesan sensoris pada diri siswa. Sebagai contoh, ketika Anda mengajar reading, Anda menemukan satu hal yang sangat sulit dijelaskan secara verbal dari teks kepada siswa. Kemudian, Anda menggunakan alat bantu visual berupa gambar. Dalam hal ini, selain Anda menggunakan saluran komunikasi verbal, Anda juga menggunakan saluran komunikasi lain yaitu visual. Siswa akan lebih dapat memahami pelajaran dengan bantuan visual berupa gambar selain penjelasan guru.
Pentingnya media juga dapat dilihat dari aspek kehidupan siswa. Suatu kenyataan bahwa siswa mendapatkan pengalaman yang lebih luas dan bervariasi dibanding orangtua mereka ketika masih muda. Sehingga cukup beralasan kiranya apabila sekolah memberikan siswa pengalaman sebanyak mungkin dan variatif. Untuk mencapai hal ini, sekolah harus menggunakan sebanyak mungkin media yang dapat menyajikan berbagai pengalaman kepada siswa. Moller (1974) dalam hal ini menyatakan:
Life divides two kinds of reality: that imposed by the school; and the real, living world outside. The new media can help us a lot in our task of: unifying the two realities; indeed they are indipensable if we want to succeed in giving children a stimulating environment in which they can learn.
Pernyataan di atas menjelaskan bahwa media instruksional sangat bermanfaat untuk membangkitkan motivasi siswa dalam belajar karena media menyajikan banyak pengalaman yang menarik, bahkan pengalaman akan dunia di luar sekolah. Walaupun demikian, hasil yang didapat sangat dipengaruhi oleh penggunaan media dengan benar, tepat, dan terseleksi.
Banyak guru tidak memanfaatkan media audio-visual karena dianggap mahal atau tidak tahu cara pemanfaatannya dalam pembelajaran. Seperti kata pepatah “ala bisa karena biasa” memang terjadi dalam pemanfaatan media. Banyak guru tidak bisa karena tidak diajari atau tidak mau belajar sendiri untuk menggunakannya, serta tidak mau mencoba. Suatu sikap yang harus diterapkan di kalangan guru adalah mencoba belajar menggunakannya. Guru akan langsung merasakan manfaatnya setelah mencoba.
Media dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran baik secara klasikal maupun individual. Dalam pembelajaran klasikal, media menjadi bagian integral dari proses pembelajaran itu sendiri. Melalui penggunaan media, siswa dapat terlibat langsung dengan materi yang sedang dipelajari. Misalnya, penggunaan media realia atau benda nyata akan memberikan pengalaman belajar (learning experiences) yang sesungguhnya kepada siswa. Siswa dapat menyentuh dan mengobservasi benda tersebut dan memperoleh informasi yang diperlukan. Dalam mata pelajaran biologi, contoh benda nyata adalah flora dan fauna yang dapat diobservasi secara langsung oleh siswa.
Karakteristik Media Pembelajaran
Selain tahu pentingnya penggunaan media pembelajaran, Anda juga harus mengetahui karakteristik setiap media, potensi apa yang dimilikinya, apa kelebihan dan apa kekurangannya. Hal ini penting untuk mendapatkan hasil yang optimal dari penggunaan media tertentu dalam pembelajaran. Setelah mengetahui karakteristik berbagai media, kita dapat menyeleksi media mana yang cocok untuk digunakan pada proses belajar mengajar tertentu. Dalam hal pentingnya mengetahui karakteristik (properti) media, Kemp (1985) menyatakan:
This properties of media help to indicate why they are used and what they can accomplish that teachers alone can not accomplish (or can accomplish less efficiently). The properties affect the ways in which each medium is used.
Terdapat tiga karakteristik media secara umum menurut Kemp (1985) yaitu: fixative, manipulative, dan distributive. Fixative property mengacu pada kemampuan media untuk merekam peristiwa, menyimpan, dan mereproduksi informasi bilamana diperlukan. Contoh media ini adalah: pita kaset audio dan video, sekarang ditambah dengan cd, vcd, dan dvd. Alat rekam dan putarnya adalah tape recorder, kamera, video player, cd/vcd/dvd player, televisi dan komputer.
Manipulative property adalah kemampuan media untuk mentransformasi obyek atau peristiwa dengan berbagai cara. Kemampuan ini dimiliki media seperti: kamera yang dapat memperbesar/memperkecil obyek; mempercepat proses, contohnya proses membukanya kelopak bunga. Dalam PBM tentang geografi, guru dapat memanfaatkan misalnya video sebuah gunung berapi yang tidak mungkin dilihat dari jarak dekat. Kemampuan manipulatif sekarang sudah sangat maju dengan bantuan komputer. Kita tidak perlu kemana-mana mencari bahan, segala bahan yang diperlukan dapat ditemukan di komputer serta dimanipulasi di komputer pula.
Distributive property adalah kemampuan media untuk menyebarkan informasi melalui udara, sehingga peristiwa yang terjadi di tempat yang berjauhan dapat ditayangkan secara simultan. Contoh untuk ini adalah siaran tutorial udara Universitas Terbuka yang dipersiapkan sebelumnya di Studio UT kemudian disiarkan ke seluruh Indonesia melalui RRI.
E. Pemilihan Media Untuk Pembelajaran
Setelah Anda mengetahui pentingnya media untuk pembelajaran, tugas Anda selanjutnya adalah memilih media yang paling baik dan paling cocok untuk suatu kegiatan pembelajaran. Sebelum Anda menentukan media apa yang akan Anda pilih atau terapkan dalam pembelajaran, ada baiknya Anda perhatikan saran-saran yang disampaikan oleh Curzon (1985). Menurut Curzon ada beberapa pertanyaan yang seharusnya dapat dipertimbangkan sebelum Anda menentukan suatu media, yaitu sebagai berikut:
Apakah tujuan instruksional yang ingin saya capai benar-benar membutuhkan pemanfaatan alat bantu audio-visual ?
Karakteristik media yang bagaimana yang akan membantu saya dalam mencapai tujuan instruksional?
Respon apa yang ingin saya peroleh dari penggunaan media, misal; ingatan, pemahaman, atau konsolidasi?
Bagaimana respon siswa/kelas terhadap penggunaan media?
Bagaimana saya mengevaluasi keefektifan media yang dipergunakan?
Sekarang mari kita bahas satu per satu pertanyaan-pertanyaan di atas agar Anda paham benar apa yang harus Anda lakukan dalam memilih suatu media. Suatu keharusan bahwa ketika Anda mengajar, Anda telah memiliki tujuan instruksional yang harus dicapai siswa Anda. Biasanya, tujuan instruksional menyatakan suatu perubahan perilaku. Oleh karenanya dalam pemilihan media, Anda harus memperhatikan kesesuaian media dengan tujuan yang ingin dicapai. Sebagai contoh dalam pelajaran listening comprehension, tujuan instrusionalnya adalah siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang isi wacana bahasa Inggris yang dibacakan oleh seorang native speaker. Media yang Anda pilih haruslah media yang dapat memfasilitasi siswa untuk melakukan latihan mendengarkan suatu teks yang dibacakan oleh native speaker, yaitu sebuah tape recorder dan kaset yang berisi rekaman suara seorang native speaker yang sedang membaca suatu teks. Tanpa menggunakan media ini, tujuan instruksional akan sulit dicapai.
Pertanyaan kedua membuat Anda harus memikirkan karakteristik suatu media yang akan membantu Anda dalam mencapai tujuan instruksional. Misalnya kita ambil contoh di atas, karena Anda memerlukan rekaman suara seorang native speaker, maka media yang akan dipergunakan haruslah memiliki karakteristik “fixative” property yaitu kemampuan media untuk merekam peristiwa, menyimpan, dan mereproduksi informasi bilamana diperlukan. Media yang memiliki karakteristik seperti ini adalah tape recorder atau cd player.
Pertanyaan ketiga mengharuskan Anda untuk mempertimbangkan respon yang dirangsang stimulus atau dibangkitkan oleh suatu media yang Anda pilih. Dalam pelajaran listening comprehension di atas, respon yang diinginkan adalah pemahaman isi suatu teks yang dibacakan oleh seorang native speaker. Pemahaman dicirikan dengan kemampuan siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang isi teks/wacana setelah menyimak dengan seksama kaset/cd berisi bacaan yang diputarmainkan oleh tape-recorder atau cd-player.
Pertanyaan keempat membuat Anda harus mempertimbangkan respon siswa terhadap penggunaan suatu media. Apakah dengan penggunaan media tersebut siswa menyambut dengan antusias ataukah malah menjadikan siswa lebih banyak mengalami kesulitan. Apakah siswa tertarik dengan pelajarannya? Apakah mereka akan dapat mencapai tujuan instruksional dengan lebih efektif dengan media tersebut? Semuanya ini bergantung pada media yang Anda pilih, karenanya, pilihlah media yang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan/level siswa, dan pastikan bahwa media tersebut dalam kondisi yang baik. Sebagai contoh, jika materi pelajaran terlalu sukar untuk siswa, jika peralatan (dalam contoh di atas adalah tape recorder) rusak atau tidak menghasilkan suara yang baik, maka media tersebut jangan dipakai.
Pertanyaan kelima adalah hal terakhir yang perlu Anda pertimbangkan yaitu bagaimana mengevaluasi keefektifan media yang kita pergunakan. Hal ini mudah kita lakukan dengan mengecek pemahaman siswa terhadap materi setelah Anda mengajar. Selain itu, Anda juga dapat melakukan evaluasi selagi proses belajar mengajar berjalan, dengan mengamati pencapaian dan prilaku siswa, apakah mereka tertarik atau menunjukan antusiasme ketika merespon media yang dipergunakan.
Kelima pertanyan tersebut sangat penting untuk dipertimbangkan sebelum menentukan media yang akan dipergunakan.
Sementara itu Kemp (1985) menunjukan beberapa faktor yang perlu dipertimbang dalam memilih suatu media untuk pembelajaran sebagai berikut:
Appropriateness/Kesesuaian. Media yang dipergunakan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Misalnya, jika Anda ingin siswa Anda dapat membaca iklan tentang lowongan kerja, media yang sesuai adalah koran.
Level of Sophistification. Ini mengacu pada kesesuaian media dengan tingkat kemampuan/level siswa. Sebagai contoh: ketika membeli kaset di toko, Anda mungkin mendapat hasil rekaman yang baik dengan suara yang jelas; tetapi ternyata kaset tersebut isinya terlalu sulit dipahami oleh siswa Anda. Jadi pemilihan kaset tersebut tidak memenuhi persaratan level yang siswa dan Anda perlukan. Untuk menghindari kejadian seperti ini Anda harus mengevaluasi tingkat sophistification materi kaset tersebut, yaitu kosakatanya, kecepatan penyajiannya (cepat/lambat), tingkat kompleksitas struktur kalimatnya, dan sebagainya sehingga isi materi sesuai dengan tingkat kemampuan/level siswa.
Cost/Biaya. Anda harus mempertimbangkan apakah media yang ingin Anda pergunakan membutuhkan biaya dapat dijangkau oleh Anda sendiri atau sekolah. Meskipun peralatan tersebut kemudian dibeli oleh sekolah, apakah biaya tersebut sebanding dengan keuntungan yang dapat diperoleh dari pembelajaran dengan media tersebut. Tetapi, Anda tentunya tidak akan menyerah dengan situasi tersebut.
Availibility/Ketersediaan. Faktor keempat ini adalah tentang apakah media tersebut tersedia. Bila tiak, tentunya Anda akan mencari alternatif-alternatif lain.
Technical Quality/Kualitas Teknis Peralatan. Faktor kualitas teknis mengacu pada suatu kenyataan bahwa ketika Anda memilih suatu media, media yang dipilih tersebut haruslah berkualitas baik. Suara yang tidak jelas dari rekaman yang tidak berkualitas hanya akan menghancurkan efektifitas media yang digunakan yang sebelumnya diharapkan dapat menyajikan banyak stimuli.
Dari penuturan kedua ahli media pembelajaran tersebut di atas, kiranya kita mendapat gambaran yang lebih luas tentang faktor apa saja yang harus kita pertimbangkan ketika kita akan memilih suatu media yang akan kita pakai untuk membantu proses pembelajaran siswa dalam upaya mencapai tujuan instruksional secara optimal.
Posted by MYTULISAN On 07.47 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
All-Published

    Blogger news

    Free Music Online
    Free Music Online

    free music at divine-music.info

    Blogroll

    About